Pembalap Marco Simoncelli tewas setelah mengalami kecelakaan di MotoGP
Malaysia, Minggu, 23 Oktober 2011. Pria asal Italia itu terjatuh di lap
kedua tikungan 11 Sirkuit Sepang.
Tubuhnya kemudian terlindas di
antara motor Colin Edwards dan Valentino Rossi yang berada di
belakangnya. Hebatnya benturan hingga membuat Helm Simoncelli terlepas.
Dari hasil pemeriksaan, pembalap kelahiran 20 Januari 1987 itu mengalami
trauma yang sangat serius di kepala, leher, dan dada.
Tragisnya lagi, insiden ini disaksikan kedua orang tua Simoncelli dan pacarnya, Kate. Dilansir dari Zimbio, mereka saling menangis dan berpelukan. Paolo, ayah Simoncelli, sampai harus ditenangkan oleh beberapa anggota tim.
Beberapa
anggota crew tim San Carlo Gresini Honda juga nampak tak bisa menahan
tangis saat Simoncelli dinyatakan tewas. Ironisnya lagi, Rossi sebagai
salah satu pembalap yang terlibat kecelakaan, adalah teman dekat
Simoncelli.
"Marco kehilangan helmnya dalam kecelakaan itu.
Petugas berwenang mengatakan ketika tim medis tiba untuk
menyelamatkannya, jantungnya sudah berhenti," kata pembawa acara MotoGP
Matt Roberts melalui BBC Sports.
"Kedua pembalap lain
yang terlibat kecelakaan (Edwards dan Rossi) memastikan dia kehilangan
helmnya. Hal yang paling menyedihkan adalah Valentino dan Marco adalah
sobat dekat."
Tuesday, October 25, 2011
Saturday, October 8, 2011
Yves Rossy, petualang asal Swiss berhasil mendesain sayap berbahan
karbon-fiber berukuran lebar 1,8 meter dengan bobot 20 kilogram.
Dengan sayap ini, ia berhasil terbang mengelilingi Grand Canyon di Amerika Serikat selama sekitar 8 menit sebelum mendarat menggunakan parasut.
Mantan pilot pesawat tempur dan kapten maskapai Swiss International Airlines itu telah mendesain sayap itu selama 15 tahun. Untuk pendorong, Rossy, yang menyebut dirinya sebagai ‘Manusia Jet’ menggunakan empat buah mesin jet yakni Jet-Cat P200 berbahan bakar minyak tanah yang ia pasangkan di sayap. Tangki bahan bakarnya berukuran 15 atau 30 liter.
Pada uji coba penerbangan di Grand Canyon, Rossy berhasil menempuh penerbangan dengan kecepatan maksimal 305 kilometer per jam. Untuk mengganti arah, ia cukup menggerakkan kepala ataupun lengannya. Video: 'Manusia Jet' Terbang (Sumber: CSMonitor, YouTube)
Dengan sayap ini, ia berhasil terbang mengelilingi Grand Canyon di Amerika Serikat selama sekitar 8 menit sebelum mendarat menggunakan parasut.
Mantan pilot pesawat tempur dan kapten maskapai Swiss International Airlines itu telah mendesain sayap itu selama 15 tahun. Untuk pendorong, Rossy, yang menyebut dirinya sebagai ‘Manusia Jet’ menggunakan empat buah mesin jet yakni Jet-Cat P200 berbahan bakar minyak tanah yang ia pasangkan di sayap. Tangki bahan bakarnya berukuran 15 atau 30 liter.
Pada uji coba penerbangan di Grand Canyon, Rossy berhasil menempuh penerbangan dengan kecepatan maksimal 305 kilometer per jam. Untuk mengganti arah, ia cukup menggerakkan kepala ataupun lengannya. Video: 'Manusia Jet' Terbang (Sumber: CSMonitor, YouTube)
Subscribe to:
Comments (Atom)
RESUME #12 Ibnu Khaldun
Pemikiran Politik Ibnu Khaldun Dosen Pengampu : Dr. Muslim Mufti, M.Si. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh, Bismillah, Kembal...
-
Justifikasi Negara Berdasarkan Teori Utilitarianisme Jeremy Bentham Pengampu : Dr. Muslim Mufti, M.Si Bismillahirrahmaanirrahiim, Assalamu...
-
Filsafat Politik Jerman G.W.F Hegel & Immanuel Kant Pengampu : Dr. Muslim Mufti, M.Si. Assalamu'alaikum kembali lagi ditu...
-
Materialisme Dialektika Filsafat Politik Dosen Pengampu : Dr. Muslim Mufti, M.Si. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh, Bismill...