Filsafat Politik Jerman
G.W.F Hegel & Immanuel Kant
Pengampu : Dr. Muslim Mufti, M.Si.
Assalamu'alaikum kembali lagi ditulisan selanjutnya, yakni sebuah resume singkat, mengenai hasil pemikiran Deutchlander yakni Kant dan Hegel, semoga tulisan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca yang budiman, oke, tanpa berlama lama lagi, langsung saja scroll down dan HAPPY READING!!
Pendahuluan
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, atau yang dikenal sebagai Hegel ini merupakan salah satu filsuf terkenal dikalangan cabang ilmu filsafat, ia terkenal karena pemikiran pemikirannya yang kemudian ada beberapa yang diaplikasikan kedalam kehidupan. ia lahir pada tahun 1770 dan meninggal pada tahun 1831, berasal dari kota Stuttgart, Jerman. banyak yang mengagumi karya dari Hegel, contohnya Karl Marx, Sartre, Kung, dll. tetapi disamping itu pula, banyak yang kemudian menentangnya seperti, Nietschze dan Heidegger. memiliki ayah yang merupakan pegawai administrasi pemerintahan Wurtemberg, Jerman, membuatnya semakin mantap dalam berfilsuf terutama dalam segi kenegaraan.
Immanuel Kant, merupakan seorang filsuf kelahiran Russia, tepatnya di kota Kaliningrad, namun berkebangsaan Jerman, Ibunya yang meninggal pada saat Kant berusia 13 tahun dan ayahnya kemudian meninggal saat Kant masih berusia 22 tahun, membuat Kant menjadi orang yang sangat disiplin dalam segi apapun, ia merupakan salah satu filsuf yang terkenal di era enlightment atau pencerahan.
Pemikiran Politik HEGEL
Tujuan
filsafat sejarah Hegelianisme adalah menampakan keunggulan setiap bangsa dengan
jalan dialektika. Negara
bagi Hegel adalah pemandu perkembangan nasionalisme. Negara menyerupai perkembangan
pemikiran yang menggabungkan antara keluarga dan masyarakat sipil. Filsafat
politik Hegel mengandung 2 unsur terpenting yang khusus. Pertama, dialektika, Kedua,
pandangannya tentang negara nasional sebagai penopang kekuasaan politik. Hegel
berkata “Negara adalah substansi kehidupan sosial yang telah sampai pada taraf
kesadaran terhadap dirinya. Negara merupakan dasar keluarga dan masyarakat
sipil secara bersamaan. Kesatuan yang direpresentasikan dengan kasih sayang
dalam keluarga juga merupakan substansi negara. Negara dalam prinsip sosial
adalah level keluarga dan masyarakat secara bersamaan.
Kebebasan Menurut HEGEL
Kebebasan disini adalah kebebasan keseluruhan. Kebebasan disini adalah kebebasan
masyarakat. Hegel berkata, "Dunia
Timur memahami
bahwa kebebasan
berhubungan dengan individu. Yunani dan Romawi memahami
bahwa kebebasan milik sebagian
orang. Adapun
Jerman memahami kebebasan sebagai kebebasan semua orang.
Pembagian kekuasaan menurut HEGEL
Ada tiga macam kekuasaan menurut Hegel, yaitu
kekuasaan legislatif, kekuasaan administratif, dan kekuasaan
monarki.
Pemikiran Kant
Kebebasan menurut Kant
Ide kebebasan menurut Kant dibangun secara praktis diatas hukum
moral. Manusia mempunyai kewajiban-kewajiban moral, dan oleh sebab itu
manusia mesti bebas untuk memenuhi kewajibannya. Tetapi kita sebagai
manusia, juga harus bisa melihat kebebasan dari sudut pandang praktis,
keabadian jiwa, dan eksistensi Tuhan. Dengan hal demikian, maka manusia
dapat bertindak sesuai dengan kewajiban.
Pembagian Kekuasaan menurut Kant
Kant berpendapat bahwa kendali negara terkadang dilakukan oleh satu
orang (pemerintahan monarki), terkadang oleh sekelompok elit masyarakat
(pemerintahan aristokrasi), terkadang pula oleh seluruh rakyat (pemerintahan demokrasi).
DAFTAR PUSTAKA
Kelompok 7 FILPOL, 2020, The Germany Ideology: Kant & Hegel. FISIP UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.
No comments:
Post a Comment